Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

akhirnya



 ***
   Sejak dulu aku menyukainya,mengaguminya dan terus mengamatinya dari jauh. Dan entah mengapa hingga saat ini aku berharap dia akan membalas perasaanku ini. Sahabatku Aulia Syahfa Pratama atau yang biasa ku sapa Lia ini selalu menasehatiku agar aku bisa mengubur dalam dalam perasaanku ini dan melupakannya namun itu terlalu sulit untuk dilakukan. Lia selalu berkata padaku bahwa"dia itu bukan cowok yang tepat untukmu bahkan tak cocok untuk mu".


  Perkenalkan nama saya Nk kini aku bersekolah di SMA Cendrawasih sekolah bertaraf Internasional. Aku sudah menginjak bangku kelas 2 SMA dan sudah dari 2 tahun lalu aku menyukainya,Iqbaal Dhiafakhri Rahmadhan. Aku,Lia dan Iqbaal selalu bersekolah di tempat yang sama dan selalu satu kelas. Entah itu suatu kebetulan atau harapan. Aku selalu berharap hal itu adalah pertanda bahwa Iqbaal akan membalas perasaanku ini. Kini aku terpaku di dalam kelas seorang diri,tidak banyak murid kelas ini yang sudah datang hanya beberapa saja hampir bisa dihitung oleh jari. Mungkin ini masih terlalu pagi jam dinding menunjukan pukul stengah 7 padahal pelajaran di mulai jam setengah 8 pagi.Aku pun menarik nafas sedalam dalam mungkin.

  Aku sebangku dengan Lia dan akan selalu begitu,ku amati kursi disampingku,kosong hanya Reno teman sebangkunya saja yang sudah menempati bangku itu. Aku selalu merasakan detakan jantungku berdegup lebih kencang dan itu karena dirinya. Iqbaal mengenalku malahan dia sering menyapa atau pun mengerjakan tugas denganku, Namun Iqbaal adalah tipe cowok "PLAYBOY" dan itulah alasan yang membuat Lia menyuruhku untuk melupakannya.
"Heyyo bengong loe!!"bentak Lia membuyarkan lamunanku
"Sapa juga yang bengong!" jawabku
"Cieleh pake bohong segala udahlah loe gak pinter nutupin masalah loe ke gue Nk!percaya sama gue!"jawab Lia sambil melemparkan tasya ke meja
"hahahahaa yayaya gue bengong puas kagak?loe nih bikin nafsu senyum gue ilang aje!"jawabku tak sabaran sambil beranjak berdiri dan pergi meninggalkan Lia dalam keadaan heran?
Entah apa yang sedang ada dipikiranku saat ini namun semua terasa hitam tak jelas dan tak terbaca, Aku pun melangkahkan kakiku menuju perpustakaan skolah

  Sambil berdiri dan berjalan mondar mandir aku berpikir untuk apa aku ke sini?padahal aku tak suka membaca bahkan tak pernah ke tempat maha membosankan ini. Namun tiba tiba aku membelalakan mataku saat ku melihat dia ada di meja paling ujung sedang membaca sebuah novel. Tersimpan dan tersirat berbagai pertanyaan di dalam benakku sejak kapan Iqbaal suka membaca biasanya tempat yang dikunjungi adalah lapangan basket?Akupun sedikit bingung dan hampir tak percaya,ku mencoba mengucek kedua bola mata ku dan berharap ini mimpi namun tetap saja Iqbaal tak menghilang seperti harapanku malahan kini ia tengah menatapku aneh?
"Hey Nk ngapain lo disana?"tanya Iqbaal lantang dan berhasil membuatku cengo
"Ga..pa.pa"jawabku terbata bata
"Ayo sini duduk"ajak Iqbaal sambil senyum kepadaku dan itu membuat detak jantungku berdetak sangat cepat
Aku pun melangkahkan kakiku menuju tempat Iqbaal duduk,perlahan tapi pasti dan tiba tiba langkahku terhenti saat melihat seorang cewek tengah duduk disamping Iqbaal sambil mencium pipinya. Aku pun membalikkan badanku sambil terus lari meninggalkan perpustakaan dalam keadaan menangis,air mata dengan derasnya keluar dari kelopak mataku terus turun membasahi pipiku,sedangkan Iqbaal terus memanggilku

***

"Nk loe kenapa?lo abis nagis ya?"tanya Lia dengan nada penasaran
"Gue tadi..."jawabku dan tak sanggup untuk melanjutkan
"Kenapa Nk?Iqbaal lagi?Iqbaal kenapa?Kan gue udah bilang sama lo!!Plis lupain tuh cowok PLAYBOY gila kurang waras itu Nk"jawab Lia dengan nada membentak lalu memelukku
  Dan dari kejauhan seorang cowok tengah memperhatikan kedua sahabat yang sedang berpelukan ini tiba tiba saja mengepalkan tangannya kuat kuat
"Bodohnya gue selama ini,gue gak pernah tau kalo Nk itu suka sama gue!"membentak cowok ini pada dirinya,Iqbaal

  Semenjak Iqbaal tau bahwa selama ini Nk menyukainya,ia mencoba mendekati Nk memberikan perhatian padanya,memberikan segalanya dan perlakuannya itu membuat seisi sekolah heboh, Nk sendiri yang mendapatkan perhatian dari cowok yang selama ini ia suka,ia merasa senang dan aneh?Ada apa dengan Iqaal?kenapa cowok ini begini?ia sendiri masih sibuk dengan pertanyaan dari hatinya itu dan hingga kini ia masih blom mendapatkan jawaban. Lia melihat perlakuan Iqbaal yang berubah drastis membuatnya curiga dan merasa ada kejanggalan. Entah apa itu tapi untuk saat ini ia senang melihat Nk terus senyum.

"Nk tugas yang gak lo bisa yang mana?Mau gue bantu gak?"tanya Iqbaal padaku dengan senyum yang mengembang di bibirnya

"Ahh gak ada kok Baal"jawabku dengan nada mantap
"Beneran gak ada yang susah?Udahlah gak usah malu"jawab Iqbaal meyakin kan

"Beneran gak ada percaya aja deh sama gue!"jawabku singkat lalu mengerjakan kembali tugas Fisikaku


  Setelah selesai mengerjakan tugas Fisika itu,bel pulang berdering dengan kerasnya

"KRIING KRIING KRIING"

 Iqbaal mengajakku entah kemana ia hanya menyuruhku masuk kedalam mobilnya dan membiarkanku penasaran dengan tujuan Iqbaal. Hening sekali selama perjalanan tidak ada satu pun perbincangan diantara kami berdua. Aku pun menghela nafasku panjang seraya melirik sekitar. Dimana aku?Kenapa jalanan ini semakin menaik dan hanya ada pepohonan?Ada apa?Dimana aku sekarang?Belum sempat aku melanjutkan pertanyaan yang berkeliaran dalam benakku, sebuah suara memecah keheningan

"Turun"ucap Iqbaal dengan nada lembut seperti alunan melody yang indah.
Aku hanya bisa diam dan mengikuti perintahnya , selanjutnya ia mengaitkan tangannya dengan tanganku lalu mengajakku untuk mendaki bebukitan ini

 
  "Waaaah bangus banget Baal pemandangannnya indah banget"jawabku berteriak senang dengan pemandangan yang begitu indah dihadapanku

  Kini aku berada di taman hijau nan sejuk yang isinya hanya pepohonan yang lebat,tanaman yang hijau,bunga bunga yang bermekaran dan danau yang terlihat luas dan terlihat bening. Aku bisa melihat benda benda bahkan semua hal yang ada didalam danau itu dan danau itu memancarkan cahaya yang begitu indah yang tak ku tau berasal darimana.

  Aku pun bercemin dan melihat wajahku yang terlihat begitu senang lewat air danau itu, air itu memantulkan wajahku yang begitu bahagia

  "Nk.."ucap Iqbaal mengagetkanku,kini cowok itu tengah ada di hadapanku. Dan baru kusadari sedari tadi aku tidak sendirian ada Iqbaal yang tengah mengamatiku

"A..apa?"tanyaku dengan nada gugup sungguh aku begitu grogi
"Kau sangat cantik :)"lirih Iqbaal lembut sambil terus memandangi wajahku dan aku pun membalasnya,aku juga ikut tenggelam dalam panorama wajah Iqbaal yang begitu tampan

"Aku sungguh sangat bodoh menyiakan seorang yang sudah menyukaiku sejak dulu..maaf aku tidak peka dengan hal itu"bisik Iqbaal lembut dengan senyum menawannya,Iqbaal pun melangkah maju di hadapanku dan menarik tanganku lembut kini tanganku telah ia genggam

  Jantungku pun berdetak lebih cepat. Aku gugup dan aku sungguh merasa ini hanya mimpi belaka

"Mungkin kau tak kan percaya dengan pernyataanku selanjutnya. Mungkin kau mengira aku hanya mempermainkanmu,mungkin kau tak akan percaya dengan apa yang keluar dari mulut seorang PLAYBOY sepertiku tapi percayalah bahwa aku menjadi seorang PLAYBOY karna satu alasan"ucap Iqbaal lembut sambil terus menatap kedua mataku,dan akupun juga menatap dalam kedua matanya dan tidak kutemukan sebuah kedustaan.

  "Salah satu alasan menjadi seorang PLAYBOY adalah aku hanya ingin tak salah dalam memilih pacar,aku hanya ingin mencari cinta sejati dan ku rasa sekarang aku sudah menemukan cinta sejatiku"ucapnya sambil terus memandangi mataku. Aku pun merasa debaran jantungku lebih cepat dan seakan ingin lepas. Aku merasa di dalam lubuk hatiku ada secercah harapan besar itu.


"Dan sekarang aku yakin cinta sejatiku sekarang ada tepat di hadapanku,terima kasih atas penantianmu selama ini. Maafkan atas semuanya dan terima kasih kau sudah menungguku"ucap Iqbaal sambil mencium lembut tangaku.

"Will you want to be my girlfriend?!"ucap Iqbaal sambil berjongkok dan menatapku lembut.

"Aku mau Baal aku mau Baal dengan senang  hati"dengan linangan air mata yang sudah tak tahan untuk keluar dari mata ku yang sedikit sipit ini,aku merasa sangat bahagia dan terharu

 Lalu Iqbaal memelukku dan mencium keningku sangat lama. Dan aku hanya bisa menangis dan tersenyum di pelukannya.


THE END......


Janganlah Engkau Menyerah Dengan Cinta Semakin Pahit Cobaan Cinta Tersebut Semakin Manis Hasilnya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Vita Ayrara Avrischa mengatakan...

eciiie ... yg uda ngepost ... :D :p

Posting Komentar