***
Sejak dulu aku
menyukainya,mengaguminya dan terus mengamatinya dari jauh. Dan entah mengapa
hingga saat ini aku berharap dia akan membalas perasaanku ini. Sahabatku Aulia
Syahfa Pratama atau yang biasa ku sapa Lia ini selalu menasehatiku agar aku
bisa mengubur dalam dalam perasaanku ini dan melupakannya namun itu terlalu
sulit untuk dilakukan. Lia selalu berkata padaku bahwa"dia itu bukan cowok
yang tepat untukmu bahkan tak cocok untuk mu".
Perkenalkan nama
saya Nk kini aku bersekolah di SMA Cendrawasih sekolah bertaraf Internasional.
Aku sudah menginjak bangku kelas 2 SMA dan sudah dari 2 tahun lalu aku menyukainya,Iqbaal
Dhiafakhri Rahmadhan. Aku,Lia dan Iqbaal selalu bersekolah di tempat yang sama
dan selalu satu kelas. Entah itu suatu kebetulan atau harapan. Aku selalu
berharap hal itu adalah pertanda bahwa Iqbaal akan membalas perasaanku ini.
Kini aku terpaku di dalam kelas seorang diri,tidak banyak murid kelas ini yang
sudah datang hanya beberapa saja hampir bisa dihitung oleh jari. Mungkin ini
masih terlalu pagi jam dinding menunjukan pukul stengah 7 padahal pelajaran di
mulai jam setengah 8 pagi.Aku pun menarik nafas sedalam dalam mungkin.
Aku sebangku
dengan Lia dan akan selalu begitu,ku amati kursi disampingku,kosong hanya Reno
teman sebangkunya saja yang sudah menempati bangku itu. Aku selalu merasakan
detakan jantungku berdegup lebih kencang dan itu karena dirinya. Iqbaal
mengenalku malahan dia sering menyapa atau pun mengerjakan tugas denganku,
Namun Iqbaal adalah tipe cowok "PLAYBOY" dan itulah alasan yang
membuat Lia menyuruhku untuk melupakannya.
"Heyyo bengong loe!!"bentak Lia membuyarkan
lamunanku
"Sapa juga yang bengong!" jawabku
"Cieleh pake bohong segala udahlah loe gak pinter
nutupin masalah loe ke gue Nk!percaya sama gue!"jawab Lia sambil
melemparkan tasya ke meja
"hahahahaa yayaya gue bengong puas kagak?loe nih
bikin nafsu senyum gue ilang aje!"jawabku tak sabaran sambil beranjak
berdiri dan pergi meninggalkan Lia dalam keadaan heran?
Entah apa yang sedang ada dipikiranku saat ini namun
semua terasa hitam tak jelas dan tak terbaca, Aku pun melangkahkan kakiku
menuju perpustakaan skolah
Sambil berdiri
dan berjalan mondar mandir aku berpikir untuk apa aku ke sini?padahal aku tak
suka membaca bahkan tak pernah ke tempat maha membosankan ini. Namun tiba tiba
aku membelalakan mataku saat ku melihat dia ada di meja paling ujung sedang
membaca sebuah novel. Tersimpan dan tersirat berbagai pertanyaan di dalam
benakku sejak kapan Iqbaal suka membaca biasanya tempat yang dikunjungi adalah
lapangan basket?Akupun sedikit bingung dan hampir tak percaya,ku mencoba
mengucek kedua bola mata ku dan berharap ini mimpi namun tetap saja Iqbaal tak
menghilang seperti harapanku malahan kini ia tengah menatapku aneh?
"Hey Nk ngapain lo disana?"tanya Iqbaal lantang
dan berhasil membuatku cengo
"Ga..pa.pa"jawabku terbata bata
"Ayo sini duduk"ajak Iqbaal sambil senyum
kepadaku dan itu membuat detak jantungku berdetak sangat cepat
Aku pun melangkahkan kakiku menuju tempat Iqbaal
duduk,perlahan tapi pasti dan tiba tiba langkahku terhenti saat melihat seorang
cewek tengah duduk disamping Iqbaal sambil mencium pipinya. Aku pun membalikkan
badanku sambil terus lari meninggalkan perpustakaan dalam keadaan menangis,air
mata dengan derasnya keluar dari kelopak mataku terus turun membasahi
pipiku,sedangkan Iqbaal terus memanggilku
***
"Nk loe kenapa?lo abis nagis ya?"tanya Lia
dengan nada penasaran
"Gue tadi..."jawabku dan tak sanggup untuk
melanjutkan
"Kenapa Nk?Iqbaal lagi?Iqbaal kenapa?Kan gue udah
bilang sama lo!!Plis lupain tuh cowok PLAYBOY gila kurang waras itu
Nk"jawab Lia dengan nada membentak lalu memelukku
Dan dari kejauhan
seorang cowok tengah memperhatikan kedua sahabat yang sedang berpelukan ini
tiba tiba saja mengepalkan tangannya kuat kuat
"Bodohnya gue selama ini,gue gak pernah tau kalo Nk
itu suka sama gue!"membentak cowok ini pada dirinya,Iqbaal
Semenjak Iqbaal tau bahwa selama ini Nk menyukainya,ia mencoba mendekati
Nk memberikan perhatian padanya,memberikan segalanya dan perlakuannya itu
membuat seisi sekolah heboh, Nk sendiri yang mendapatkan perhatian dari cowok
yang selama ini ia suka,ia merasa senang dan aneh?Ada apa dengan Iqaal?kenapa
cowok ini begini?ia sendiri masih sibuk dengan pertanyaan dari hatinya itu dan
hingga kini ia masih blom mendapatkan jawaban. Lia melihat perlakuan Iqbaal
yang berubah drastis membuatnya curiga dan merasa ada kejanggalan. Entah apa
itu tapi untuk saat ini ia senang melihat Nk terus senyum.
"Nk tugas yang gak lo bisa
yang mana?Mau gue bantu gak?"tanya Iqbaal padaku dengan senyum yang
mengembang di bibirnya
"Ahh gak ada kok Baal"jawabku dengan nada
mantap
"Beneran gak ada yang susah?Udahlah gak usah
malu"jawab Iqbaal meyakin kan
"Beneran gak ada percaya aja deh sama
gue!"jawabku singkat lalu mengerjakan kembali tugas Fisikaku
Setelah selesai
mengerjakan tugas Fisika itu,bel pulang berdering dengan kerasnya
"KRIING KRIING KRIING"
Iqbaal mengajakku
entah kemana ia hanya menyuruhku masuk kedalam mobilnya dan membiarkanku
penasaran dengan tujuan Iqbaal. Hening sekali selama perjalanan tidak ada satu
pun perbincangan diantara kami berdua. Aku pun menghela nafasku panjang seraya
melirik sekitar. Dimana aku?Kenapa jalanan ini semakin menaik dan hanya ada
pepohonan?Ada apa?Dimana aku sekarang?Belum sempat aku melanjutkan pertanyaan
yang berkeliaran dalam benakku, sebuah suara memecah keheningan
"Turun"ucap Iqbaal dengan nada lembut seperti
alunan melody yang indah.
Aku hanya bisa diam dan mengikuti perintahnya ,
selanjutnya ia mengaitkan tangannya dengan tanganku lalu mengajakku untuk
mendaki bebukitan ini
"Waaaah
bangus banget Baal pemandangannnya indah banget"jawabku berteriak senang
dengan pemandangan yang begitu indah dihadapanku
Kini aku berada
di taman hijau nan sejuk yang isinya hanya pepohonan yang lebat,tanaman yang
hijau,bunga bunga yang bermekaran dan danau yang terlihat luas dan terlihat
bening. Aku bisa melihat benda benda bahkan semua hal yang ada didalam danau
itu dan danau itu memancarkan cahaya yang begitu indah yang tak ku tau berasal
darimana.
Aku pun bercemin
dan melihat wajahku yang terlihat begitu senang lewat air danau itu, air itu
memantulkan wajahku yang begitu bahagia
"Nk.."ucap Iqbaal mengagetkanku,kini cowok itu tengah ada di
hadapanku. Dan baru kusadari sedari tadi aku tidak sendirian ada Iqbaal yang
tengah mengamatiku
"A..apa?"tanyaku dengan nada gugup sungguh aku
begitu grogi
"Kau sangat cantik :)"lirih Iqbaal lembut
sambil terus memandangi wajahku dan aku pun membalasnya,aku juga ikut tenggelam
dalam panorama wajah Iqbaal yang begitu tampan
"Aku sungguh sangat bodoh menyiakan seorang yang
sudah menyukaiku sejak dulu..maaf aku tidak peka dengan hal itu"bisik
Iqbaal lembut dengan senyum menawannya,Iqbaal pun melangkah maju di hadapanku
dan menarik tanganku lembut kini tanganku telah ia genggam
Jantungku pun
berdetak lebih cepat. Aku gugup dan aku sungguh merasa ini hanya mimpi belaka
"Mungkin kau tak kan percaya dengan pernyataanku
selanjutnya. Mungkin kau mengira aku hanya mempermainkanmu,mungkin kau tak akan
percaya dengan apa yang keluar dari mulut seorang PLAYBOY sepertiku tapi
percayalah bahwa aku menjadi seorang PLAYBOY karna satu alasan"ucap Iqbaal
lembut sambil terus menatap kedua mataku,dan akupun juga menatap dalam kedua
matanya dan tidak kutemukan sebuah kedustaan.
"Salah satu
alasan menjadi seorang PLAYBOY adalah aku hanya ingin tak salah dalam memilih
pacar,aku hanya ingin mencari cinta sejati dan ku rasa sekarang aku sudah
menemukan cinta sejatiku"ucapnya sambil terus memandangi mataku. Aku pun
merasa debaran jantungku lebih cepat dan seakan ingin lepas. Aku merasa di
dalam lubuk hatiku ada secercah harapan besar itu.
"Dan sekarang aku yakin cinta sejatiku sekarang ada
tepat di hadapanku,terima kasih atas penantianmu selama ini. Maafkan atas
semuanya dan terima kasih kau sudah menungguku"ucap Iqbaal sambil mencium
lembut tangaku.
"Will you want to be my girlfriend?!"ucap
Iqbaal sambil berjongkok dan menatapku lembut.
"Aku mau Baal aku mau Baal dengan senang hati"dengan linangan air mata yang sudah
tak tahan untuk keluar dari mata ku yang sedikit sipit ini,aku merasa sangat
bahagia dan terharu
Lalu Iqbaal
memelukku dan mencium keningku sangat lama. Dan aku hanya bisa menangis dan
tersenyum di pelukannya.
THE END......
Janganlah Engkau Menyerah Dengan Cinta Semakin Pahit Cobaan
Cinta Tersebut Semakin Manis Hasilnya






1 komentar:
eciiie ... yg uda ngepost ... :D :p
Posting Komentar